Sepertinya sudah berbulan bulan lalu
sejak saya memposting artikel terakhir.. oh bukan sepertinya lagi tapi memang
fakta ya? hehe.
Saya sebenarnya cukup suka menuliskan berbagai pengalaman yang saya anggap
cukup berarti dalam kehidupan saya. Tapi nampaknya, mungkin, saya belum siap
untuk menulis saat itu.
Setelah beberapa bulan berlalu (memulihkan diri dari hancurnya hati),akhirnya
saya baru bisa menata hati kembali. Mungkin mengingat kembali suatu kegagalan adalah bagian
dari proses penerimaan.
Bagi banyak orang apa yang akan saya ceritakan
di postingan saya kali ini bukan hal yang cukup mengesankan untuk dibaca karena yang terjadi adalah hanya rentetan kegagalan demi kegagalan dalam usaha
saya mencari beasiswa ke Jepang. Namun sepertinya, bisa jadi kegagalan yang
saya alami ini bisa menjadi pelajaran atau motivasi untuk saya pribadi di masa mendatang. Ketika
saya throw back at time kelak, saya ingat bahwa ada suatu masa dimana saya
menjadi seseorang yang begitu ‘keukeuh’ dalam memperjuangkan apa yang ingin
saya raih karena sebelumnya saya bukan tipe orang yang punya will power (baca :
ambisius dan keras kepala) seperti ini.
So, semoga pengalaman
ini bisa membuat saya lebih termotivasi agar apa yang nantinya saya lakukan dalam hidup saya bisa lebih ada will powernya,jadi usaha yang dilakukan juga bisa lebih greget.
Well daripada makin curhat baper, let me start the continuation
story after August 2015.